OSGeo Indonesia di FOSS4G 2026 Hiroshima

Presentasi makalah, langkah menuju chapter resmi OSGeo Indonesia, dan jejaring baru dari FOSS4G 2026 di Hiroshima, Jepang.

laporan-acara
foss4g
komunitas
Author
Affiliation

Departemen Teknik Geodesi, Universitas Diponegoro

Published

24 October 2026

Dua peserta berdiri di samping booth OSGeo di FOSS4G 2026

Di booth OSGeo, FOSS4G 2026

FOSS4G 2026, konferensi global tahunan Open Source Geospatial Foundation (OSGeo), berlangsung di Hiroshima, Jepang, pada 30 Agustus – 3 September 2026. Workshop digelar di RCC Cultural Center, sedangkan konferensi utama diadakan di International Conference Center Hiroshima, di kawasan Hiroshima Peace Memorial Park.

Dr. Firman Hadi dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro hadir mewakili komunitas Indonesia dengan dua tujuan: mempresentasikan penelitian di Academic Track, dan menyampaikan langsung usulan pembentukan chapter resmi OSGeo Indonesia kepada Dewan OSGeo.

Makalah Academic Track

Firman Hadi mempresentasikan makalah analisis kemacetan lalu lintas di Academic Track FOSS4G 2026

Presentasi di Academic Track, 2 September 2026

Pada 2 September, Firman mempresentasikan makalah “Open-Source Spatiotemporal Traffic Congestion Analysis at City Scale: A Reproducible Python Pipeline Combining PySAL, OSMnx, and Multilevel Modeling” karya Firman Hadi, Fauzan Abdullah, Yasser Wahyuddin, dan L.M. Sabri.

Penelitian ini menghasilkan paket Python berlisensi MIT yang memadukan pengumpulan data lalu lintas dari beberapa penyedia, pencocokan segmen jalan berbasis OpenStreetMap dengan identitas segmen yang stabil, analisis modular, dan dekomposisi varians multilevel dalam satu alur kerja yang dapat direproduksi. Paket ini diuji pada 316 juta observasi lalu lintas di Jakarta, Bandung, dan Semarang, dengan tingkat pencocokan segmen 99,8% dari lebih dari 50.000 snapshot, dan seluruh alur kerja berjalan sekitar lima belas menit pada perangkat keras konsumen.

Makalah ini terbit di The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Vol. L-4/W1-2026, hlm. 49–56: doi:10.5194/isprs-archives-L-4-W1-2026-49-2026.

Workshop dan keynote

  • GeoAI dengan City2Graph — workshop oleh Yuta Sato (University of Liverpool) tentang mengubah data geospasial perkotaan menjadi graf dengan GeoPandas, NetworkX, OSMnx, dan City2Graph, lalu mengelompokkan lingkungan kota dengan Graph Neural Network di PyTorch Geometric.
  • How Our Community Was Born — Markus Neteler dan Prof. Venkatesh Raghavan menengok lebih dari 20 tahun sejarah FOSS4G, dilanjutkan paparan Dewan OSGeo tentang arah organisasi ke depan, termasuk peran chapter lokal.
  • Memory, Technology, and Peace — Prof. Hidenori Watanave (The University of Tokyo) memaparkan pemanfaatan peta, citra satelit, arsip digital, dan kecerdasan artifisial untuk mewariskan memori perang dan bencana, termasuk melalui Hiroshima Archive.
  • Sustaining Open Source — Lander Jiménez Ocio (Mondragon University) mengangkat model koperasi Mondragon yang dimiliki para pekerjanya sebagai inspirasi keberlanjutan proyek open-source.
  • Mapping for a Sustainable World — Dr. Britta Ricker (Utrecht University), dilanjutkan panel bersama UNHCR, UNDP, UN-SPIDER, UNITAR, dan IPA Jepang tentang teknologi geospasial untuk kemanusiaan dan pengurangan risiko bencana.

Sesi pembukaan FOSS4G 2026 di Phoenix Hall, International Conference Center Hiroshima

Pembukaan konferensi di Phoenix Hall

Jejaring baru

Diskusi di luar sesi resmi membuka sejumlah peluang kolaborasi:

  • MIERUNE Inc. dan Kartoza — konten pelatihan dan sertifikasi pelatihan QGIS
  • Asian Institute of Technology — penelitian mahasiswa doktoral bersama Prof. Sarawut Ninsawat
  • Nara Medical University — statistik spasial untuk epidemiologi
  • LocationMind Inc. — analisis mobilitas penduduk dari data perangkat bergerak
  • Nils Nolde (maintainer Valhalla) — mesin routing open-source untuk riset kemacetan
  • AzukiMap K.K. — model usaha berbasis FOSS4G

Langkah selanjutnya

  • Memantau keputusan Dewan OSGeo, menyiapkan dokumen pengajuan chapter, dan terus mengembangkan osgeo.id
  • Menyusun materi pelatihan QGIS dan menjajaki sertifikasi bersama Kartoza
  • Melanjutkan kolaborasi riset yang dimulai di Hiroshima
  • Membawa ilmu yang diperoleh ke perkuliahan SIG, penginderaan jauh, dan analisis spasial

Ingin ikut membangun OSGeo Indonesia? Bergabunglah dengan komunitas.

Baca press release Universitas Diponegoro.